HIPOLITUS HERI
Dosen Pembimbing 1
Dispnea adalah gejala subjektif berupa keinginan penderita untuk meningkatkan upaya mendapatkan udara pernapasan. Dispnea bersifat subjektif, dispnea dapat ditentukan dengan melihat adanya upaya bernapas aktif dan upaya menghirup udara lebih banyak. Metode sederhana dan efektif untuk mengurangi sesak nafas adalah dengan cara memberikan terapi oksigen dan pengaturan posisi saat istirahat. Posisi tersebut adalah posisi fowler, yaitu dengan menggunakan gaya gravitasi untuk membantu pengembangan paru dan mengurangi tekanan dari abdomen pada diafragma. Terapi oksigen adalah memasukan oksigen tambahan dari luar ke paru melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat sesuai kebutuhan pemberian oksigen dengan konsentrasi yang lebih tinggi sehingga konsentrasi oksigen dalam darah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi fowler dan terapi oksigen terhadap frekuensi napas dan saturasi oksigen pada pasien dispnea.